Bio-Safety Level 1 2 3 4

BioSafety Level Laboratorium

Bio-Safety Level 1 2 3 4

Bio-Safety Level 1 2 3 4 -Biosafety ialah suatu dasar aturan yang digunakan untuk menentukan suatu standar keamana di dalam suatu laboratorium. Tidak semua laboratorium diperbolehkan untuk meneliti sembarang mikroorganisme. Apalagi mikroorganisme yang bersifat pathogen. BioSafety laboratorium ini terdiri dari beberapa level, yaitu Biosafety level 1 sampai dengan Biosafety level 4 dengan standarisasi masing-masing. Biosafety ini digunakan untuk melindungi para pekerja di laboratorium dari kontaminasi mikroorganisme berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit kepada mahluk hidup. Oleh karena itu, setiap laboratorium haruslah memiliki biosafety dan menerapkan biosafety itu sesuai dengan levelnya. Artinya, apabila berada pada BioSafety Laboratorium level 1 adalah tidak diperbolehkan untuk meneliti mikroorganisme dengan tingkat kontaminasi tinggi. Semakin tinggi level BioSafety maka semakin tinggi pula standard keamanan yang diterapka oleh suatu laboratorium.

 Biosafety Level Adalah

Biosafety Level adalah  pengklasifikasikan setiap prosedur atau peraturan yang ditetapkan pada masing-masing laboratorium. Biosafety ini diterapkan untuk mencegah adanya proses kontaminasi yang dapat terjadi ke peneliti karena bahan-bahan kimia berbahaya dengan tingkat asam basa kuat. Dengan adanya Biosafety Level ini bisa digunakan untuk mencegah serta system perlindungan yang diterapkan laboratorium untuk para pekerja. Hal-hal lain yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi pada area kerja dengan pekerja ialah dengan adanya vaksinasi kepada para pekerja atau peneliti yang melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mikroorganisme berbahaya dan pastiny bisa berpotensi mengkontaminasi pekerja laboratorium.

Klasifikasi dari Bio-Safety Level

Biosafety Level laboratorium terdapat dalam beberapa klasifikasi yang masing-masing memiliki tingkat kemananya sendiri-sendiri. Yaitu sebagai berikut :

A. Biosafety Level 1

Biosafety level 1 adalah level pertama di dalam Biosafety. Biosafety level 1 ini biasanya diterapkan pada laboratorium di sekolah yang mana dimanfaatkan hanya untuk pembelajaran. Mikroorganisme yang digunakan pada kegiatan penelitian  pada Biosafety Level 1 ini tidak memiliki potensi berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit bagi manusia atau mahluk hidup lain. Di dalam Laboratorium Biosafety Level 1 ini dilengkapi dengan beberapa perlengkapan, seperti :

  1. Dilengkapi dengan bak cuci tangan
  2. Memiliki pintu masuk dan keluar laboratorium
  3. Mempunyai ruang kedap air, ruang kerja yang mudah dibersihkan
  4. Perabotan-perabotan yang ada di dalam laboratorium memiliki sifat yang kokoh dan kuat
  5. Memiliki system saringan untuk mencegah debu dan serangga masuk ke dalam laboratorium
  6. Memiliki emergency shower

B. Biosafety Level 2

Lab BSL 2

Biosafety Level 2 adalah standard Biosafety yang lebih kompleks fungsinya daripada BioSafety Level 1. Pada BioSafety Level 2 ini sudah digunakan untuk proses pendiagnosisan penyakit dasar. Mikroorganisme yang digunakan untuk BioSafety Level 2 ini sudah mikroorganisme yang memiliki tingkat pathogen yang lebih berbahaya dan berpotensi terkontaminasi pada mahluk hidup atau pekerja laboratorium sendiri. Pada BioSafety Level 2 ini sudah dilengkapi dengan alat-alat keamanan laboratorium yang menunjang system keamanan dalam bekerja. Hal inilah yang menjadikan perbedaan Biosafety Level 1 dengan Biosafety Level 2. Pada Laboratorium Biosafety Level 2 memiliki beberapa standard safety requirement yang  harus diterapkan dan sesuai dengan SE yang dikeluarkan oleh MENKES Nomor 234 pada Tahun 2020, yaitu :

  • Memiliki system Persyaratan pada praktik yang baik di dalam laboratoriumnya
  • Persyaratan pada Gedung

Biosafety Level 2 laboratory design harus memeuhi syarat sebagai berikut :

  1. Dilengkapi dengan ruangan untuk penyimpanan dan penerimaan bahan-bahan sampel
  2. Dilengkapi juga dengan ruang untuk penelitian atau ruang utama
  3. Memiliki ruang khusus yang digunakan untuk menangani limbah yang bersifat infeksius dan non-infeksius
  4. Memiliki Autoclave
  5. Dilengkapi dengan system instalasi khusus untuk penanganan air limbah hasil penelitian

Ruang Untuk Biosafety Kelas 2 ini harus memeuhi syarat sebagai berikut:

  1. Harus dilakukan pemisahan pada ruang infeksius dan non infeksius serat diberi tanda pengenal atau label di setiap pintu ruangan
  2. Jauhkan gedung laboratorium dari area pada penduduk
  3. Membangun laboratorium dengan ukuran ruang utama yang luas untuk memperlancar kegiatan penelitian
  4. Tersedia wastafel yang digunakan untuk cuci tangan di dekat pintu keluar dari laboratorium untuk menjaga agar saat keluar dari laboratorium tetap dalam keadaan steril
  5. Memiliki cadangan listrik jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman
  6. Laboratorium harus memiliki genset serta lampu darurat jika terjadi pemadaman sewaktu-waktu jaid sudah siap
  7. Tidak memasang penerangan atau lampu yang menggantung sera dipastikan laboratorium memiliki system penerangan yang baik
  8. Gedung laboratorium dilengkpai dengan system K3 (Kesehatan dan keselamatan Kerja) yang paling utama
  9. Dilengkapi dengan system ventilasi yang searah serta memiliki filter pada penyaringan udara
  10. Pada bagian pintu laboratorium, haruslah dilengkapi dengan gembok atau kunci yang tidak sembarangan orang yang tdak punya akses bisa masuk ke adlam laboratorium.
  11. Dilengkapi dengan alarm otomatis yanga kan berbunyi jika terdapat asab atau api.

Syarat BSC untuk Biosafety Level 2 sesuai dengan SE MENKES-234 ini ialah :

  1. Menggunakan BSC Kelas II A dengan standard Internasional pada laboratoriumnya
  2. Terapat pintu sash, UV Light serta sistem UPS
  3. Bio-Safety Cabinet diletakkan jauh dari paparan AC atau udara secara langusng
  4. BSC tidak diletakkan di depan pintu yang bisa mengganggu lalu lalang para pekerja
  5. Tersedia kontak listrik
  6. Menggunakan Bio-Safety Cabinet yang dilengkapi juga dengan SOP nya dalam poses penggunaan dan perawatan BSC
  • Menuhi persyaratan dalam Praktik Bio-Safety dan Bio-Security
  • Syarat Peralatan yang lainya :
  1. Dilengkapi juga dengan Laminar Air Flow serta RT PCR
  2. Memiliki Micropipe, Autoclave serta Refrigenerator untuk reagen
  3. Dilengkapi dengan Freezer-80oC untuk menyimpan spisemen serta Coolbox
  4. Memiliki Vortex dan Spindown
  5. Pekerja atau peneliti yang berada di dalam laboratorium BSL-2 harus sudah terlatih dalam bidangnya.

Pada Biosafety Level 2 ini memiliki dua jenis, yaitu Laboratorium BSL-2 statis dan non statis. Kedua jenis ini memiliki system serta syarat-syarat keamananya yang sama. Akan tetapi, BSL-2 statis ini memiliki system kerja yang sama halnya dengan laboratorium seperti biasanya, yaitu berada di dalam gedung. Sedangkan BSL-2 tipe non-statis memiliki system kerja yang sangat unik yaitu berada di dalam mobil yang bisa berpindah kemana saja. Akan tetapi BSL-2 tipe non statis ini tetap dilengkapi dengan system keamanan yang sesuai dengan standar BSL-2 ini.

C. Biosafety Level 3

Biosafety Level 3 adalah Biosafety Level yang terdapat pada laboratorium yang system kerjanya menangani atau meneliti suatu mikroorganisme yang sudah sangat bersifat patogen dan memiliki potensi untuk terjadi penularan yang cukup serius. Biosafety Level 3 laboratory requirements yaitu sebagai berikut :

  1. Memiliki peralatan untuk penanganan utama jika terjadi kontaminasi pada pekerja, seperti emergency shower, eye washer, dll
  2. Dilengkapi dengan system ventilasi udara yang baik
  3. Memiliki ruangan yang dikhususkan untuk proses sterilisasi sebelum masuk dan melakukan kegiatan di laboratorium
  4. Pada BSL-3 ini harus memiliki Bio-Safety Cabinet dan Autoklaf
  5. Pada pintunya disertai dengan system rangkap sehingga keamanan yang diberikan juga lebih

D. Biosafety Level 4

Laboratorium Biosafety Level 4 ini memiliki fungsi utama untuk kegiatan penelitian yang sudah sangat serius. Prosedur keamanan dan keselamatan yang diterapkan pada BSL-4 ini sudah sangat kompleks dibandingkan yang BSL yang lain. Pada BSL-4 ini mikroorganisme yang digunakan untuk penelitian sudah masuk ke dalam kategori mikroorganisme berbahaya karena tingkat terpapar kontaminasi sangatlah tinggi. Jika terjadi kontaminasi terhadap pekerja atau peneliti maka akan menyebabkan penyakit yang cukup serius. Pada BSL-4 ini dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :

  1. Memiliki fasilitas alat-alat pengamanan yang sama dengan BSL-3 seperti adanya Bio-Safety Cabinet, Autoklaf dengan pintu ganda yang berada di dalam dan luar laboratorium, dll.
  2. Dilengkapi dengan ruang khusus yang nantinya digunakan untuk mandi bagi para pekerja sebelum memasuki dan melakukan kegiatan di dalam laboratorium agar berada dalam keadaan steril aman dari kontaminasi luar

Demikian penjelasan singkat mengenai Bio-Safety Cabinet dengan ke-empat level sesuai dengan prosedur keamananya masing-masing. Jika Anda minat dengan BioSafety Laboratorium kami, maka dapat hubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

3 Perbedaan Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet | LAF & BSC

Mengenal  Berbagai Perbedaan Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet ?

Perbedaan Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet | LAF & BSC

Perbedaan Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet | LAF & BSC-Seperti yang telah kita ketahui bersama, di dalam laboratorium banyak sekali ditemukan alat-alat laboratorium dengan berbagai bentuk dan fungsinya masing-masing. Namun, terdapat dua alat yang memiliki fungsi hampir sama yaitu Biosafety Cabinet atau BSC dengan Laminar Air Flow atau LAF. Secara umum, kedua alat ini memiliki fungsi yang sama yaitu digunakan sebagai meja steril saat sedang melakukan penelitian sehingga bisa menghindari terjadinya kontaminasi pada sampel penelitian yang nantinya akan menyebabkan kegagalan pada hasil penelitian.

3 Perbedaan Laminar Air Flow (LAF) dan Biosafety Cabinet (BSC)

Berikut ini merupakan penjelasan berbagai perbedaan antara Biosafety Cabinet dengan Laminar Air Flow jika dilihat dari segi apa yang diproteksi atau dilindungi saat penelitian berlangsung.

  1. Arah Aliran Udara

Sistem kerja pada Laminar Air Flow yaitu udara yang bersifat kotor akan masuk melalui bagian atas alat kemudia akan keluar melalui bagian depan atau melewati sash. Kemudian sistem kerja Biosafety Cabinet atau BSC berkebalikan dengan Laminar Air Flow yaitu pada Biosafety Cabinet atau BSC udara yang bersifat kotor akan masuk melalui bagian sash atau bagian depan, dan akan keluar melalui bagian atas alat tersebut.

Arah Aliran Udara LAF

  1. Sampel yang dilindungi

Sampel yang dilindungi atau diproteksi pada Laminar Air Flow hanya pada sampel yang diteliti, hal ini disebabkan udara yang sudah steril pertama akan melewati sampel kemudian baru diteruskan pembuangan melewati bagian sash atau bagian depan tanpa melewati filter kembali. Sedangkan pada Biosafety Cabinet atau BSC, sampel yang diproteksi ada tiga yang mencakup sampel itu sendiri, peneliti serta lingkungan di laboratorium. Sistem kerja dari Biosafety Cabinet dalam melindungi sampel ini dengan aliran udarnya tidak langsung terkena terhadap peneliti, selain itu aliran udara di meja kerja juga sudah bersifat steril setelah melewati dua sistem filter, kemudian berbeda juga dengan Laminar Air Flow, udara yang keluar dari Biosafety Cabinet akan kembali melewati filter lagi.

Biosafety Cabinet atau BSC

  1. Proses Penelitian

Kegiatan penelitian di laboratorium tentunya bersifat berbahaya, sehingga baik sampel, peneliti dan lingkungan laboratorium oerlu ditingkatkan proteksinya. Oleh karena itu, jika melakukan penelitian dengan sampel yang berbahaya jika sampai terkontaminasi zat lain dan mudah menyebar kontaminasi, disarankan untuk lebih baik menggunakan Biosafety Cabinet atau BSC yang memiliki filter yang lebih banyak dibandingakan Laminar Air Flow atau LAF.

Jika Anda tertarik dengan pembahasan kami dan ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet, maka dapat menghubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis – Biosafety cabinet alat yang biasa digunakan dalam laboratorium mikrobiologi untuk kegiatan penelitian. Pemakaian Biosafety Cabinet ini akan memberikan efek aman tidak hanya pada hasil penelitian sehingga bebas dari kontaminasi namun juga bagi para pekerja laboratorium.

Cara Penggunaan Biosafety Cabinet

untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggunakan Biosafety Cabinet, maka harus mengetahui terlebih cara penggunaanya, yaitu :

  1. Perhatikan Arah Aliran Udara : arah aliran udara merupakan hal penting yang harus diperhatikan guna menjaga keamanan dan kualitas sampel penelitian.
  2. Perhatikan Sistem Kerja : Saat bekerja menggunakan Biosafety Cabinet harus sangat berhati-hati dengan tidak melakukan banyak pergerakan baiuk di luar maupun di dalam Biosafety Cabinet. Karena pergerakan akan mempengaruhi arah aliran udara juga.
  3. Mengetahui area kerja : area kerja pada Biosafety Cabinet disarankan pada jarak 4 inchi di depan air grill dan tidak meletakkan barang secara sembarangan yang dapat berpotensi menimbulkan kontaminasi.
  4. Memeriksa kondisi Biosafety Cabinet : Memastikan apakah Biosafety Cabinet berfungsi dengan baik atau tidak, kemudian menyalakan terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum dipakai
  5. Jaga sterilitas : Saat menggunakan Biosafety Cabinet, pastikan semua alat dan bahan yang digunakan steril agar tidak mempengaruhi hasil penelitianya.

Biosafety Cabinet Kelas 2 A

Memiliki beberapa fitur,Berikut ini merupakan fitur-fitur yang ada pada Biosafety Cabinet Class II A:

  • Ulpa Filtration System

Compliance to IEST-RP-CCO 34-1 in accordance with EN1822. ULPA filters tested to a typical efficiency>99,9995%  tingkat akurasi 0,1,0,3 atau partikel yang lebih besar.

  • High Performance Working Zone
  1. AISI 304 Stainless Steel Berkualitas Tinggi
  2. Bagian atas meja kerja dengan baki kerja terbagi.
  3. Didesain mudah untuk diangkat dan dibersihkan.
  • Ventilasi Akurat Tinggi : Untuk  kontrol aliran yang lebih baik
  • Keran Gas dan Keran Air : Mudah dipasang di dalam zona kerja
  • Tutup Soket Listrik : Untuk zona kerja aman
  • High Performance Blower System : Sistem blower dirancang untuk efisiensi energi.
  • Desain kompak dan lebih sedikit kebisingan : Semua bagian yng berputar seimbang cukup-operasi beberapa getaran
  • Main Features
  • Mikroprosesor Dengan Touch Screen System
  • Menjaga aliran kabinet yang aman
  • Tingkat Kebisingan Rendah <61db
  • Dilengkapi dengan Sistem Pra-filter
  • Alat filter long life untuk meter suplai aliran masuk
  • UV dan Flourescent Light
  • Tutup soket listrik untuk zona aman kerja
  •  
  • Interior
  1. Dinding samping terbuat dari kaca dengan ketebalan 6 mm.
  2. Ketebalan menawarkan area tampilan yang bersih dan tidak terhalang
  3. Work top yang terbuat dari stainless steel bisa dilepas agar mudah dibersihkan
  • Eksterior
  1. Bagian atas terbuat dari 1 mm
  2. Lembaran baja elektro gavanised dilapisi dengan lapisan bubuk epoksi, dudukan bawah terbuat dari 1 x 2 ″ tebal 2 mm
  3. Lapisan rangka terbuat dari baja dengan dilapisi serbuk epoksi.

Diagram Flow Pada Bio-Safety Cabinet Kelas 2 A

Biosafety-Cabinet-BSC-ULPA-FILTRATION-SYSTEM

Desain gril aliran udara yang dibuat secara inovatif. Semua udara yang terkontaminasi di area kerja tertutup di dalam kabinet. Keselamatan personel tidak pernah terganggu.

Spesifikasi  BioSafety Cabinet Class 2 A

Type :

A. Ukuran BSC 100

  • Dimensi Eksternal (1000×800×1970Mm)
  • Ruang Kerja Internal (920×750×550Mm)

B. Ukuran BSC 130

  • Dimensi Eksternal (1350×800×1970Mm)
  • Ruang Kerja Internal (1250×750×550Mm)
  • Pembukaan Diuji (200 Mm)
  • Pembukaan Maks (400 Mm)

Kontruksi :

  • Kabinet dan Alas (Baja Galvanis Elektro Berlapis Daya)
  • Selempang (Kaca Bening Tempered 5-6 Mm)
  • Dasar Kerja (Baja Tahan Karat Aisi 304)
  • Kebisingan (Nsf 49 ≤61 Db)
  • Lampu UV (36 W*1)
  • Lampu Bunga-Bunga (36 W*1)
  • Intensitas Pencahayaan (≥ 800 Lux)
  • Tutup Soket Listrik ( 2Pcs)
  • Layar (Touch Screen System)
  • Roda Kastor (Roda Caster Universal Dengan Rem dan Kaki Perata)

Filter Penyaringan :

  • Filter Utama (ULPA)
  • Efisiensi Filter = 99.9995% ( 0.1Um-0.3 Um)
  • Pra-filter (Bisa Dicuci)
  • Penangkapan (80 85%)

Sistem Aliran Udara :

  • Kecepatan Arus Bawah (0.45±0.015 M/s)
  • Kecepatan Arus Masuk (0.64±0.015 M/s)
  • 70% Resirkulasi Udara ; 30% pembuangan

Estimasi Penggunaan listrik pada Bio-Safety Cabinet Kelas II A  :

  • Konsumsi (600 W)
  • Sumber Daya listrik (220V ± 10%,50 Hz)

Sistem Mesin yang otomatis mendiagnosis sistem untuk sementara waktu, yaitu terdapat beberapa :

  • Sash Door diagnose (proses buka tutup)
  • Diagnosis UV kuman penyakit (periksa kondisi lampu UV)
  • Diagnosis cahaya flouresen (periksa kondisi lampu)
  • Diagnosis kipas blower (memeriksa kondisi operasional blower)
  • Filter status diagnosis (memeriksa kondisi filter)
  • Status filter II (Sistem diagnosis sensor tekanan)

Kelebihan Biosafety Cabinet Class 2 A 

  1. Kelas Biohazard memberikan perlindungan bagi operator dan produk serta lingkungan
  2. Rasio aliran udara 70% resirkulasi dan 30% pembuangan
  3. Menciptakan udara yang masuk ke bagian depan melalui grill untuk melindungi operator dengan tidak memasuki zona kerja, untuk melindungi kontaminasi produk.
  4. Kabinet biohazard individu diciptakan dalam kecepatan aliran masuk, kecepatan aliran bawah, pola aliran udara untuk perlindungan maksimal
  5. Proses diagnostik otomatis

Demikian penjelasan singkat mengenai produk Bio-Safety Cabinet Kelas II A milik Sinar Lab Indonesia. Jika Anda tertarik dan mencari distributor  produk Biosafety Cabinet maka dapat hubungi kami di : [email protected]

 

Hubungi Kami Segera

Jual BioSafety Cabinet Kelas 2 A

Jual BioSafety Cabinet Kelas 2 AJual BioSafety Cabinet Kelas 2 A – Sinarlab Indonesia sebagai Produsen dan Distributor BioSafety Cabinet terpercaya dengan kualitas terbaik mengatakan bahwa keberadaan BioSafety Cabinet di dalam Laboratorium sangatlah penting. Biosafety Cabinet adalah unit kerja laboratorium dimana aliran udara yang telah diaplikasikan berguna untuk mengamankan para pekerja yang berada dalam laboratorium yang biasanya selalu berhubungan dengan sampel dari kemungkinan terkena kontaminasi dan penularan bakteri atau virus yang bersifat patogen. 

 

Biosafety Cabinet Fungsi 

Fungsi dari BioSafety Cabinet yaitu untuk menciptakan aliran udara yang masuk untuk melindungi teknisi yang sedang menangani sampel biologis yang berresiko, dengan membuang udara yang keluar melalui ULPA filter. Tujuan dari penggunaan Biosafety cabinet terutama dalam laboratorium mikrobiologi yaitu untuk melindungi teknisi dari mikroorganisme patogen dan  menjaga sampel dari kontaminasi ruangan.

Cara Kerja BioSafety Cabinet 

Bio-safety cabinet merupakan alat laboratorium yang terdiri dari beberapa sistem. Berikut merupakan sistem-sistem yang terdapat pada Bio-safety Cabinet Class 2 A :

  • ULPA Filtration System

Compliance to IEST-RP-CCO 34-1 in accordance with EN1822. ULPA filters tested to a typical efficiency>99,9995% akurasi 0,1-0,3 or large particies.

  • High Performance Blower System

Sistem blower dirancang untuk efisiensi energi. Desain kompak dan lebih sedikit kebisingan. Semua bagian yng berputar seimbang cukup-operasi beberapa getaran.

  • High Performance Working Zone
  1. AISI 304 Stainless Steel Berkualitas Tinggi : Bagian atas meja kerja dengan baki kerja terbagi. Didesain mudah untuk diangkat dan dibersihkan,
  2. Ventilasi Akurat Tinggi : Untuk kontrol aliran yang lebih baik
  3. Keran Gas dan Kaleng Air : Mudah dipasang didalam zona kerja
  4. Tutup Soket Listrik : Untuk zona kerja aman
  5. Main Features
  6. Mikroprosesor Dengan Sistem Layar Sentuh : Menjaga aliran kabinet yang aman
  7. Tingkat Kebisingan Rendah yaitu <61db
  8. Dilengkapi dengan Pra-filter
  9. Alat Ukur ULPA memiliki daya tahan lama untuk meter suplai aliran masuk
  10. Terdapat lampu UV dan Flourescent
  11. Tutup soket listrik untuk zona aman kerja

Cara Penggunaan BioSafety Cabinet

Biosafety-Cabinet-BSC-ULPA-FILTRATION-SYSTEM

Ada beberapa Cara menggunakan Bio-Safety Cabinet, berikut merupakan cara dan tips menggunakan Bio-Safety Cabinet :

  1. Cara menggunakan Bio-Safety Cabinet denagn metode touch screen yang digunakan untuk pengoperasian :
    • Layar operasi pertama menunjukan informasi tentang :
    • Satuan aliran udara
    • Working hour = menghitung wajtu kerja mulai setiap kali tombol utama dihidupkan
    • UV Life Time = menghitung waktu mundur mulai dari 2000 jam
    • Filter life time = menghitung waktu mundur mukai dari 6000 jam
    • Operasi sash up dan down touch
    • Operasi air blower mulai dan hentikan sentuh
    • Lamp on/off touch control
    • Sentuh UV dan Pre-Germicidal
    • Layar akan muncul dan selempang menutup otomatis
    • Sentuh berikutnya untuk melihat informasi unit.
  2. Berikut merupakan beberapa tips lain cara menggunakan Biosafety Cabinet:
  • Perhatikan Arah Aliran Udara

Yang menjadi pembeda antara laminar dengan Bio-Safety Cabinet terletak pada arah aliran udaranya. Oleh karena itu, mengetahui bagaimana aliran udara merupakan hal yang harus diperhatikan guna untuk menjaga keamanan dan kualitas produk.

  • Perhatikan Kinerja Anda

Saat bekerja menggunakan Bio-Safety Cabinet, Anda harus meminimalisir pergerakan. Baik pergerakan di dalam maupun diluar biosafety. Pergerakan yang terlalu cepat dan tidak hati-hati akan mengganggu arah aliran udara. Sebaiknya Anda bekerja dengan perlahan dan hati-hati. Pergerakan di luar alat seperti lalu lalang para analis atau rekan kerja juga akan mempengaruhi arah aliran udara. Selain itu, Anda juga harus meminimalisir terjadinya percikan agar potensi infeksi dari sampel berkurang.

  • Ketahui Working Area

Dalam working area, sebaiknya Anda melakukan analisa pada jarak 4 inchi di depan air grill. Alat atau bahan yang diletakan sembarang dapat mengganggu aliran udara, menghasilkan turbulensi dan memungkinkan terjadinya kontaminasi. Bagian yang paling tepat adalah terletak pada 1/3 bagian tengah dari Bio-Safety Cabinet.

  • Perhatikan Kondisi Bio-safety Cabinet

Sebelum memulai pekerjaan dengan menggunakan alat Bio-Safety Cabinet, Anda harus menyalakan alat tersebut terlebih dahulu selama beberapa menit. Sebelum dan sesudah menggunakan Bio-Safety Cabinet, Anda juga harus melakukan disinfeksi pada aspiration bottles atau suction flask. Selain itu, jangan menutup air grill pada Bio-Safety Cabinet karena hal tersebut akan mengganggu arah aliran udara.

  • Pastikan Sterilitas

Dalam bekerja menggunakan Bio-Safety Cabinet, pastikan bahwa semua alat dan bahan yang akan digunakan bisa didekontaminasi bagian permukaannya. Saat hendak mengeluarkan tangan dari dalam Bio-Safety Cabinet, pastikan untuk mendekontaminasinya terlebih dahulu dan keluarkan tangan secara perlahan. Peletakan alat dan bahan serta cara kerja harus sesuai dengan zona kerja yaitu dari area bersih menuju area kontaminasi (dari kiri ke kanan). Hal ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya kontaminasi dan infeksi.

Biosafety Cabinet Kelas 2

A. Bagian Eksterior

  • lapisan rangka baja dengan lapisan bubuk epoksi.
  • Bagian atas terbuat dari Lembaran baja elektro gavanized dilapisi dengan lapisan bubuk epoksi dudukan bawah terbuat dari 1 x 2 ″ tebal 2 mm

B. Bagian Interior

  • Work top yang terbuat dari stainless steel yang bisa dilepas agar mudah dibersihkan
  • Ketebalan menawarkan area tampilan yang bersih dan tidak terhalang
  • Dinding samping terbuat dari lapisan kaca ketebalan 6 mm.

 Standar BioSafety Cabinet Kelas 2 A

  1. Lemari Pengaman Mikrobiologi (EN12469:2000)
  2. Kualitas Udara (AS 1386 Kelas 1,5 Australia, JIS B9920 Kelas 3, Jepang Standar Federal AS 209E ISO 14644.1 Kelas 3 Seluruh Dunia )
  3. Penyaringan (EN 1822,EROPA, IEST-RP-CC034,1 Worlwide, IEST-RP-CC007,1 Worlwide, IEST-RP-CC001,3 Worlwide)
  4. Keamanan Listril (IEC 61010-1 Worlwide, EN 61010-1 Europe, UL61010-USA, AS:2243-8)
  5. Diagram Alir
  6. Desain gril aliran udara yang dibuat secara inovatif. Agar Semua udara yang terkontaminasi di area kerja yang tertutup tidak menyebar ke dalam kabinet.Agar keselamatan para petugas tidak terganggu.

Spesifikasi  BioSafety Cabinet Class 2 A

  • Ukuran BSC 100
  1. Dimensi Eksternal (1000×800×1970Mm)
  2. Ruang Kerja Internal (920×750×550Mm)
  • Ukuran BSC 130
  1. Dimensi Eksternal (1350×800×1970Mm)
  2. Ruang Kerja Internal (1250×750×550Mm)
  3. Pembukaan Diuji (200 Mm)
  4. Pembukaan Maks (400 Mm)
  • Kontruksi
  1. Kabinet dan Alas (Baja Galvanis Elektro Berlapis Daya)
  2. Selempang (Kaca Bening Tempered 5-6 Mm)
  3. Dasar Kerja (Baja Tahan Karat Aisi 304)
  4. Kebisingan (Nsf 49 ≤61 Db)
  5. Lampu UV (36 W*1)
  6. Lampu Bunga-Bunga (36 W*1)
  7. Intensitas Pencahayaan (≥ 800 Lux)
  8. Tutup Soket Listrik ( 2Pcs)
  9. Layar (Touch Screen System)
  10. Roda Kastor (Roda Caster Universal Dengan Rem dan Kaki Perata)
  • Saring
  1. Filter Utama (ULPA)
  2. Efisiensi Filter = 99.9995% ( 0.1Um-0.3 Um)
  3. Pra-filter (Bisa Dicuci)
  4. Penangkapan (80 85%)
  • Sistem Aliran Udara
  1. Kecepatan Arus Bawah (0.45±0.015 M/s)
  2. Kecepatan Arus Masuk (0.64±0.015 M/s)
  3. 70% Resirkulasi Udara ; 30% pembuangan
  • Penggunaan Daya
  1. Konsumsi (600 W)
  2. Sumber Daya listrik (220V ± 10%,50 Hz)

Kelebihan Menggunakan Biosafety Cabinet Kelas 2 A

  • Kelas Biohazard memberikan perlindungan bagi operator dan produk serta lingkungan
  • Rasio aliran udara 70% resirkulasi dan 30% pembuangan
  • Menciptakan udara yang masuk ke bagian depan melalui grill untuk melindungi operator dengan tidak memasuki zona kerja, untuk melindungi terkontaminasinya produk.
  • Kabinet biohazard individu diciptakan dalam kecepatan aliran masuk, kecepatan aliran bawah, pola aliran udara untuk perlindungan maksimal
  • Arah flow udaranya tidak hanya membuat produk aman dari kontaminasi namun juga aman bagi pengguna dan lingkungan.
  • Tampilan dan pengoperasian menggunakan touch screen
  • Proses diagnostik otomatis

Mesin akan otomatis mendiagnosis sistem untuk sementara waktu termasuk:

  • Sash Door diagnose (proses buka tutup)
  • Diagnosis UV kuman penyakit (periksa kondisi lampu UV)
  • Diagnosis cahaya flouresen (periksa kondisi lampu)
  • Diagnosis kipas blower (memeriksa kondisi operasional blower)
  • Filter status diagnosis (memeriksa kondisi filter)
  • Status filter II (Sistem diagnosis sensor tekanan)

Diatas merupakan deskripsi singkat mengenai BioSafety Cabinet Kelas 2 A dari Sinarlab.com dengan Kualitas Internasional dan Harga Terbaik. Jika Anda tertarik dengan produk Bio-Safety Cabinet Kelas 2 A kami, maka dapat hubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

Jual Alat Laboratorium Mikrobiologi

Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi

Jual Alat Laboratorium Mikrobiologi

Jual Alat Laboratorium Mikrobiologi-Di dalam suatu laboratorium, terutama laboratorium mikrobiologi yang digunakan untuk kegiatan penelitian yang erat kaitanya dengan mikroorganisme biologi pastinya membutuhkan alat dan bahan mikrobiologi untuk menunjang penelitian nya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengenalan alat laboratorium mikrobiologi lengkap beserta fungsinya yang biasa digunakan di dalam lab mikrobiologi. Seperti yang telah kita ketahui alat-alat praktikum di laboratorium biologi dibedakan menjadi beberapa, ada yang terbuat dari kaca, ada yang berukuran kecil dan besar. Untuk alat mikrobiologi yang terbuat dari kaca seperti gelas beaker, gelas ukur, labu enlenmeyer, petridish, slide glass beserta cover glass. Kemudian untuk alat praktikum mikrobiologi lainya yang berukuran besar seperti Arm Hood, Emergency Shower dan Eye Washer, Fume Hood atau Lemari Asam, Bio-Safety Cabinet, Laminar Air Flow, Chemical Storage, Water Bath, Inkubator, Oven Mikrobiologi dan lain sebagainya. Alat alat di lab mikrobiologi yang berukuran kecil seperti Jarum Ose, Mikropipet, Bunsen, Mikroskop, Centrige, Vortex dan masih banyak lagi. Dari hal inilah yang mendorong Sinar Lab Indonesia untuk mejual alat alat praktikum mikrobiologi untuk memenuhi kebutuhan para pembeli.

Pengenalan Alat Laboratorium Mikrobiologi

A. Alat-alat lab mikrobiologi dari bahan kaca, yaitu :

  • Gelas Beaker

Beaker glass memiliki berbagai fungsi yaitu untuk menampung larutan kimia (Aquades, HCL, NaCl), serta untuk preparasi media sampel, dan lain sebagainya.

  • Gelas Ukur

Gelas ukur memiliki fungsi yang sama dengan namanya yaitu untuk mengukur volume dari cairan atau larutan yang ada di dalamnya.

  • Labu Enlenmeyer

Labu enlenmeyer memiliki fungsi yang sama dengan gelas ukur yaitu untuk menyimpan larutan, mengukur volume larutan atau cairan dan tempat untuk mereaksikan atau mencampur larutan kimia.

  • Petridish

Petridish atau biasa dikenal juga dengan cawan petri memiliki fungsi sebagai tempat atau media dimana mikroorganisme dibiakkan dengan kandungan dan kondisi terkontrol.

  • Slide glass dan cover glass

Kedua alat ini system kerjanya berhungan, yaitu digunakan untuk tempat meletakkan mikroorganisme yang akan diteliti menggunakan mikroskop. Slide glass digunakan sebagai landasan atau dasar untuk meletakkan sampel yang akan diteliti kemudian ditutup dengan coverglass yang ukuranya lebih kecil dari slide glass.

  • Tabung Reaksi

Sesuai dengan namanya, tabung reaksi digunakan untuk tempat mereaksikan larutan kimia.

B. Alat-alat lab mikrobiologi yang berukuran besar, yaitu :

  • Arm Hood

Arm hood berfungsi untuk mensterilkan ruangan yang berada di dalam laboratorium dari berbagai kontaminan yang menyebabkan udara di dalam laboratorium tercemar. Arm Hood dilengkapi dengan kipas hisap (exhaust) serta saluran udara untuk system aliran udara di dalam laboratorium

  • Emergency Shower dan Eye Washer

Seperti yang kita ketahui bahwa Emergency Shower dan Eye washer merupakan alat pengaman yang berada di dalam laboratorium yang fungsinya untuk memberi pertolongan pertama saat pekerja terkena kontaminasi bahan-bahan kimia yang mempunyai kadar asam basa kuat tinggi. Perbedaan antara keduanya yaitu, jika Emergency Shower akan menyemprotkan cairan ke seluruh tubuh dari pekerja yang terkontaminasi kecuali mata karena penyemprotan dengan tekanan tinggi yang justru akan berbahaya jika mengenai mata, namun jika Eye Washer akan menyemprotkan cairan ke mata pekerja yang terkontaminasi dengan tekanan yang rendah.

  •  Fume Hood atau Lemari Asam

Fume Hood

Fume hood atau lemari asam ini digunakan untuk sterilisasi alat laboratorium mikrobiologi. Namun fume hood ini memiliki fungsi khusus yaitu untuk mencegah adanya paparan atau kontaminasi dari zat berbahaya yang tidak diinginkan saat melakukan penelitian yang nantinya akan berisiko terhadap peneliti atau praktikan di laboratorium Sinar Lab Indonesia menjual Fume Hood dengan berbagai jeniis yaitu : Fume Hood Galvanized Stainless Steel (FH-S/FH-SS), Fume Hood Polypropylene (FH-PP), dan Fume Hood Phenolic Resin (FH-P). (Read More…)

  • Bio-Safety Cabinet

Bio-Safety Cabinet

Bio-safety Cabinet atau disingkat BSC juga memiliki fungsi yang sama dengan Laminar Air Flow yaitu alat untuk mensterilkan alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi. Bio-Safety Cabinet ini ditemukan dengan empat kelas. Namun,untuk saat ini Sinar Lab Indonesia baru menjual Bio-Safety Cabinet Kelas II A yang sudah dilengkapi dengan system filtrasi ULPA. (Read More…)

  • Laminar Air Flow

Laminar Air Flow | LAF

Laminar Air Flow digunakan untuk alat untuk mensterilkan alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi. Laminar Air Flow ini tersedia dalam dua bentuk yaitu Laminar Air Flow Horizontal dan Laminar Air Flow Vertical, perbedaan keduanya ialah letak filter ULPA dan arah aliran udaranya. Untuk kedua tipe Laminar Air Flow ini sudah tersedia di Sinar Lab Indonesia yang juga sudah menggunakan system flter ULPA yang menjadi keunggulanya dibandingan Laminar Air Flow merk lain. (Read More…)

  • Chemical Storage

Lemari Penyimpanan Kimia (Chemical Storage)

Kemudian terdapat Chemical Storage dimana yang biasa disebut juga dengan lemari penyimpanan bahan kimia yang juga merupakan peralatan di dalam laboratorium mikrobiologi. Fungsi dari Chemical Storage ialah sebagai wadah untuk menyimpan bahan-bahan kimia sesuai dengan sifatnya. Sinar Lab Indonesia menyediakan dan menjual enam tipe Chemical Storage yaitu :

  1. Chemical Storage Polyprophylene.
  2. Chemical Storage Polyphrophylene
  3. Corrosive Chemical Storage
  4. Chemical Storage Wooden Structure
  5. Flammable Chemical Storage
  6. Under Counter Cabinet (Read More…)
  • Water Bath

Fungsi water bath dalam mikrobiologi ialah untuk untuk menjaga kondisi dari media agar supaya tetap cair dengan suhu dan waktuya atau stabil pada kondisi tertentu.

  • Inkubator

Inkubator merupakan suatu alat di laboratorium mikrobiologi. Fungsi inkubator laboratorium mikrobiologi ialah untuk proses inkubasi suatu mikroorganisme dengan keadaan terkontrol (baik suhu maupun waktu nya).

  • Oven Mikrobiologi

Fungsi oven laboratorium mikrobiologi ialah untuk proses sterilisasi kering. peralatan mikrobiologi yang biasanya di sterilisasi di dalam oven ini ialah tabung reaksi, petridish, dll.

C. Alat-alat di laboratorium mikrobiologi yang berukuran kecil, yaitu :

  • Jarum Ose

Ose alat laboratorium yang biasa disebut juga dengan jarum inokulum merupakan alat mikrobiologi yang digunakan untuk memindahkan mikroorganisme (bakteri) dari media lama ke media baru atau disebut dengan inokulasi. Jarum Ose ini dibedakan menjadi dua, ada yang ujungnya lingkaran dan ada juga yang ujungnya lurus.

  • Mikropipet

Mikropipet memiliki fungsi yang sama dengan pipet tetes yaitu untuk mengambil larutan dari tempat tertentu kemudian dipindahkan ke tempat lain dengan volume kurang dari 1 mili liter.

  • Api Bunsen

Api Bunsen merupakan pemanas yang digunakan di dalam laboratorium mikrobiologi yang berfungsi sebagai pembakar serta sterilisasi alat mikrobiologi. Api Bunsen ini menggunakan spirtus yang berwarna biru untuk bahan bakarnya.

  • Mikroskop

Mikroskop digunakan untuk penelitian suatu mikroorganisme yang memiliki ukuran yang mikro atau kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop ini bekerja dengan bantuan cahaya.

  • Centrifuge

Centrifuge merupakan salah satu alat laboratorium juga yang berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menghomogenkan bahan sampel (bakteri) di dalam media. Kemudian akan ada partikel yang mengendap di dasar.

  • Vortex

Vortex memiliki fungsi yang hampir sama dengan centrifuge yaitu untuk menghomogenkan. Perbedaanya jika vortex untuk menghomogenkan larutan sampel yang akan digunakan untuk penelitian.

Berikut penjelasan mengenai alat alat laboratorium mikrobiologi beserta fungsinya milik Sinar Lab Indonesia. Jika Anda tertarik dengan produk kami, maka dapat hubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

Produsen Furniture Laboratorium Terlengkap | Jasa Desain Laboratorium

Produsen Furniture Laboratorium Terlengkap | Jasa Desain Laboratorium

Produsen Furniture Laboratorium Terlengkap| Jasa Desain Laboratorium-Sinar Lab Indonesia memproduksi dan menyediakan berbagai macam produk furniture laboratorium yang memiliki kualitas Internasional dan harga terbaik. Furniture laboratorium dari Sinar Lab Indonesia ini dipastikan menggunakan bahan-bahan pilihan yang memilki sifat tahan terhadan korosi yang disebabkan oleh bahan-bahna kimia asam basa kuat. Produk furniture laboratorium terdiri dari berbagai jenis berdasarkan fungsinya, yaitu : Fume Hood atau Lemari Asam, Meja Laboratorium (Wall Bench dan Island Bench), Laminar Air Flow, Bio-Safety Cabinet, Bio-Safety Level untuk system keamanan Laboratorium, Emergency Shower, Eye Washer serta Lemari Penyimpanan Kimia (Chemical Storage).

A. Client di Bidang Pemerintah

  • BPOM, Jogjakarta
  • BPOM, Serang
  • Batan, Serpong
  • BLHD, Semarang
  • BPPT, Serpong
  • Kemen PU & Pera, Bandung
  • Batan Puspitek Serpong, Tangerang
  • Batan, Pasar Jumat
  • BBTKL, Kupang
  • Balai Karantina Tumbuhan-jakarta
  • BBKK, Jakarta
  • Sunter, Jakarta Utara
  • BPOM, Semarang
  • PERTAMINA, Plaju
  • PERTAMINA, Mobile Lab
  • Balai pasca Panen, bogor
  • PERTAMINA, Pulogadung
  • PERTAMINA, Tanjung
  • BLH, Padang
  • BNN – Jakarta Timur
  • PERTAMINA, Mundu
  • LEMIGAS, Jakarta
  • BLH, Depok
  • BPOM, Medan
  • Puspitek Serpong, Tangerang
  • PU, Bandung
  • Balai Karantina Ikan
  • BBTKL, Palembang
  • BLH, Muara Enim
  • BPOM, Padang
  • POLTEK, Kampar riau
  • BLH, Lahat
  • Sep Deptan,Bogor
  • BLH, Padang Panjang
  • BPOM, Palembang
  • POLTEKES, Jogjakarta
  • Pusarpedal (KLH)
  • BLH, Serang
  • BUS Karantina Tumbuhan
  • LABKES, Banjar masin
  • BBTKL, Surabaya
  • TEKNOGAS, Jakarta
  • Cilangkap, Jakarta Timur

B. Client Bidang Pendidikan (Universitas dan Sekolah)

  • ITS, Surabaya
  • UNILA, Lampung
  • UI, FKM Depok
  • UII, Jogjakarta
  • UNDIP, Semarang
  • SIS Meruya, Jakarta Barat
  • UNNES, Semarang
  • IPB Bogor
  • UNPAD, Bandung
  • UNJ, Rawamangun
  • LIPI, Bogor
  • Moctar riadi institute, Jakarta
  • IPB Darmaga Bogor
  • SIS, Medan
  • SIS, Kebun jeruk
  • IULI, BSD
  • UMS, sukabumi
  • UNSRI, Palembang
  • UNBRAW, Malang
  • SPH, Sentul
  • UNPAD, Bandung
  • Santa Laurensia School, BSD
  • UIN, Jakarta
  • ACG Int’l School Ragunan, Jakarta Selatan
  • Surya university, BSD

C. Client di Bidang Industri

  • RAPP, Pekanbaru
  • Saint Gobain, Bekasi
  • INTERTEK, Jakarta
  • Chevron balik papan
  • Halliburton, Bsd Tangerang
  • Sucofindo SBU Mineral Samarinda
  • Chevron sepinggan
  • Semen Gresik, Rembang
  • Rekayaya industry
  • Indonesia Power, Suralaya, Merak-Banten
  • Banpu Indominco Coal Mining
  • Sucofindo SBU Mineral Klanis
  • Encona inti industry, Jakarta
  • Lnk, Mojokerto
  • IOL, Palembang
  • Ajinomoto, Kerawang
  • Cji, Pasuruan
  • Unilever Cikarang
  • LONSUM , Medan
  • ASTRA AGRO, letawa
  • Hunstman, Jakarta
  • Indonesia Asahan Aluminum, Medan
  • SMELTING Smelter & refinery, Jawa Timur
  • TIMAH, Pangkal Pinang
  • Charoen P, Mojokerto
  • HM Sampoerna, malang
  • Aristek High polymer , cikarang
  • Sucofindo SBU Mineral Banjarmasin
  • Semen Baturaja Sumsel
  • Evonik, Cikarang
  • Knauf, cikarang
  • TIMAH, Batam
  • KAO, Kerawang
  • KAO, Cikarang
  • Chandra Asri Petrochemical, Cilegon-Banten
  • TIMAH, Kundur
  • Pupuk Sriwijaya (Pusri), Sumsel
  • IFF Essence, Kerawang
  • Ica Tayan
  • Trinitan nickel mineral, citerep
  • ANTAM unit Geomin, Jakarta Timur
  • P&G, Kerawang
  • Krakatau Steel Cilegon Banten
  • Nipres,Citerep
  • Sangatta Adaro Coal Mining, Sangatta, Kalimantan Timur
  • ANTAM unit LM, Jakarta Timur
  • Unilever Medan
  • KS POSCO, Merak
  • JGC, Jakarta
  • Ajinomoto, Mojokerto
  • PUSRI, Palembang
  • Trias Sentosa, Surabaya
  • Sucofindo SBU Mineral
  • PLN Geothermal Kamojang, Jawa Barat
  • Cji , jombang
  • ASTRA AGRO, Pekanbaru
  • Wonokoyo , sidoarjo
  • INDOMINCO, Timbang Deli, Medan
  • Poliprima Perkasa, Cilegon-Banten
  • SGS, Jakarta
  • PKT, Bontang, Kaltim
  • Lautan luas, cikarang
  • Intertek Jakarta
  • Indocement, Citereup
  • TORAY, Tangerang
  • Lautan luas, Tangerang
  • IFF Essence, Cawang

D. Client Bidang Kesehatan (Rumah Sakit dan obat)

  • Djamil, Padang
  • Letjen S. Parman, Jak Bar
  • Merck, Jakarta
  • RSKO Cibubur, Jakarta Timur
  • Pharos, Kebayoran Lama
  • Combiphar Surabaya
  • Simex Pharmaceuticals Sukabumi
  • Kino Sukabumi
  • Rohto Pharmaceutical, Bandung
  • Pyridam farma Cianjur
  • RS Kanker Dharmais
  • Bintang Todjoe, Pulogadung
  • Kalbio global medika, Cikarang
  • Konimek, Solo
  • Kalbe morinaga, Pulogadung
  • Sanbio, Citeurep
  • GSK – Surabaya
  • LAPI LABS , Serang
  • BBPPTOOT tawangmangu
  • Esential, BSD
  • Hasan Sadikin bandung
  • Pharma Metrik labs, Jakarta
  • Bintang Todjoe, Jakarta
  • Combiphar, Bandung
  • Kalbe farma, Cikarang
  • Mahakam beta farma Pulogadung

E. Client Pada Bidang F&B (Makanan dan Minuman)

  • TIV, Pulogadung
  • INDOLAKTO ,Sukabumi
  • TIV, Cidahu
  • Traya tirta Cisadane, bandung
  • Takasago International, Bsd
  • INDOMILK, Jakarta Timur
  • General Foods, Bandung
  • TIV, Ciherang
  • CERES, bandung
  • INDOLAKTO, Pandaan
  • TIV, Mekarsari
  • OT Group, ungaran
  • Barry callebaut, Sidoarjo
  • TIV, Boyolali
  • GGP, Lampung
  • Wilmar, Surabaya
  • Tudung Putra-putri (Garuda Food) jakarta
  • Indofood Sukses Makmur, Purwakarta
  • TIV, Pandaan
  • Frisian Flag Indonesia
  • Belfoods, Citeurep
  • NUTRIFOOD, Bogor
  • Barry callebaut, Bandung
  • TIV, Citeurep
  • Futami, Sukabumi
  • Kalbe Morinaga Cikampek, Karawang, Jawa Barat

Penjelasan Masing-Masing Furniture Laboratorium

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Furniture laboratorium terdapat banyak sekali jenisnya. Seperti : Fume Hood atau Lemari Asam, Meja Laboratorium (Wall Bench dan Island Bench), Laminar Air Flow, Bio-Safety Cabinet, Emergency Shower, Eye Washer serta Lemari Penyimpanan Kimia (Chemical Storage). Dimana masing-masing furniture laboratorium tersebut memiliki fungsi dang peranan nya masing-masing di dalam laboratorium. Masing-masing furniture laboratorium tersebut terbuat dari bahan-bahan pilihan yang dipastikan anti-korosi terhadap bahan-bahan kimia asam basa kuat. Berikut penejlasan masing-masing furniture laboratorium :

6 Cara Penggunaan Fume Hood | Lemari Asam

Fume hood atau sering kita kenal juga dengan lemari asam, memiliki fungsi dalam proses pemindahan sampel kimia (bahan kimia) dengan kandungan asam basa kuat tinggi sehingga memiliki sifat korosi yang berbahaya sehingga bahan sampel itu tadi dipindahkan ke dalam suatu tempat yang tingkat keamanan dan kesterilan nya tinggi. Fume Hood ini sangatlah diperlukan di dalam suatu laboratorium yang kegiatan penelitianya selalu berhubungan dengan bahan-bahan kimia. Sinar Lab Indonesia menyediakan beberapa tipe darui Fume Hood atau Lemari asam seperti : Fume Hood Phenolic Resin (FH-P), Fume Hood Galvanized Stainless Steel (FH-S/FH-SS), serta dan Fume Hood Polypropylene (FH-PP).

Laminar Air Flow memiliki fungsi dalam hal menjaga kondisi steril dari suatu alat serta bahan sampel yang akan dipakai untuk kegiatan penelitian agar terbebas dari kontaminasi. Sinar Lab Indonesia menyediakan Laminar Air Flow dengan dua tipe yaitu Laminar Air Flow Horizontal dan Laminar Air Flow Vertikal. Perbedaan abtar keduanya hanya pada arah aliran udaranya.

Bio-Safety Cabinet

Bio-Safety Cabinet atau BSC ini memiliki fungsi yang mirip dengan fungsi Laminar Air Flow. Keduanya sama-sama menjaga kondisi steril dari bahan sampel dan alat laboratorium yang akan dipakai untuk kegiatan penelitian. Bio-Safety Cabinet ini dibedakan menjadi beberapa kelas yaitu BSC Kelas 1-4. Sinar Lab Indonesia hanya menyediakan Bio-Safety Cabinet Kelas II A

D. Emergency Shower dan Eye Washer

Emergency Shower dan Eye Washer

Emergency Shower merupakan salah satu aksesoris di dalam laboratorium yang sangat diperlukan. Emergency Shower ini digunakan sebagai alat keamanan pertama pada laboratorium jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja pada peneliti. Sehingga pekerja yang terkontaminasi tersebut segera bisa mendapatkan pertolongan pertama. Emergency Shower ini akan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke kepala dan tubuh pekerja yang terkontaminasi.

Kemudian ada Eye Washer, yang sebetulnya sama saja dengan Emergency shower yaitu digunakan sebagai alat keamanan pertama saat terjadi kontaminasi atau kecelakaan pekerja karena bahan kimia yang mengenai mata. Eye Washer ini akan menyemprotkan air ke dalam mata. Sehingga pekerja yang terkontaminasi tersebut segera bisa mendapatkan pertolongan pertama.

Chemical Storage atau sering disebut dengan Lemari penyimpanan bahan kimia berbahaya memiliki fungsi dalam hal sebagai tempat peletakan atau penyimpanan bahan-bahan kimia berbahaya, baik yang bersufat mudah terbakar atau korosi tinggi. Jika bahan kimia memiliki sifat korosi tinggi maka diletakkan dalam Corrosive Chemical Storage, sedangakan untuk bahan kimia mudah terbakar diletakkan ke dalam lemari penyimpanan kimia Flammable Chemical Storage. Terdapat jenis lain dari Chemical Storage ini yaitu Under Counter Cabinet, Chemical Storage Polyprophylene dan Chemical Storage Wooden Structure.

Diatas tadi merupakan deskripsi mengenai berbagai furniture laboratorium miliki Sinar Lab Indonesia. Jika Anda tertarik dengan produk kami, maka dapat hubungi kami di : [email protected]

Jual Chemical Storage | Lemari Penyimpanan Bahan Kimia

Hubungi Kami Segera

Open chat
Halo selamat datang !! Apa yang bisa saya bantu ? Mohon konfirmasikan pesanan anda via wa