Bio-Safety Level 1 2 3 4

BioSafety Level Laboratorium

Bio-Safety Level 1 2 3 4

Bio-Safety Level 1 2 3 4 -Biosafety ialah suatu dasar aturan yang digunakan untuk menentukan suatu standar keamana di dalam suatu laboratorium. Tidak semua laboratorium diperbolehkan untuk meneliti sembarang mikroorganisme. Apalagi mikroorganisme yang bersifat pathogen. BioSafety laboratorium ini terdiri dari beberapa level, yaitu Biosafety level 1 sampai dengan Biosafety level 4 dengan standarisasi masing-masing. Biosafety ini digunakan untuk melindungi para pekerja di laboratorium dari kontaminasi mikroorganisme berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit kepada mahluk hidup. Oleh karena itu, setiap laboratorium haruslah memiliki biosafety dan menerapkan biosafety itu sesuai dengan levelnya. Artinya, apabila berada pada BioSafety Laboratorium level 1 adalah tidak diperbolehkan untuk meneliti mikroorganisme dengan tingkat kontaminasi tinggi. Semakin tinggi level BioSafety maka semakin tinggi pula standard keamanan yang diterapka oleh suatu laboratorium.

 Biosafety Level Adalah

Biosafety Level adalah  pengklasifikasikan setiap prosedur atau peraturan yang ditetapkan pada masing-masing laboratorium. Biosafety ini diterapkan untuk mencegah adanya proses kontaminasi yang dapat terjadi ke peneliti karena bahan-bahan kimia berbahaya dengan tingkat asam basa kuat. Dengan adanya Biosafety Level ini bisa digunakan untuk mencegah serta system perlindungan yang diterapkan laboratorium untuk para pekerja. Hal-hal lain yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi pada area kerja dengan pekerja ialah dengan adanya vaksinasi kepada para pekerja atau peneliti yang melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mikroorganisme berbahaya dan pastiny bisa berpotensi mengkontaminasi pekerja laboratorium.

Klasifikasi dari Bio-Safety Level

Biosafety Level laboratorium terdapat dalam beberapa klasifikasi yang masing-masing memiliki tingkat kemananya sendiri-sendiri. Yaitu sebagai berikut :

A. Biosafety Level 1

Biosafety level 1 adalah level pertama di dalam Biosafety. Biosafety level 1 ini biasanya diterapkan pada laboratorium di sekolah yang mana dimanfaatkan hanya untuk pembelajaran. Mikroorganisme yang digunakan pada kegiatan penelitian  pada Biosafety Level 1 ini tidak memiliki potensi berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit bagi manusia atau mahluk hidup lain. Di dalam Laboratorium Biosafety Level 1 ini dilengkapi dengan beberapa perlengkapan, seperti :

  1. Dilengkapi dengan bak cuci tangan
  2. Memiliki pintu masuk dan keluar laboratorium
  3. Mempunyai ruang kedap air, ruang kerja yang mudah dibersihkan
  4. Perabotan-perabotan yang ada di dalam laboratorium memiliki sifat yang kokoh dan kuat
  5. Memiliki system saringan untuk mencegah debu dan serangga masuk ke dalam laboratorium
  6. Memiliki emergency shower

B. Biosafety Level 2

Lab BSL 2

Biosafety Level 2 adalah standard Biosafety yang lebih kompleks fungsinya daripada BioSafety Level 1. Pada BioSafety Level 2 ini sudah digunakan untuk proses pendiagnosisan penyakit dasar. Mikroorganisme yang digunakan untuk BioSafety Level 2 ini sudah mikroorganisme yang memiliki tingkat pathogen yang lebih berbahaya dan berpotensi terkontaminasi pada mahluk hidup atau pekerja laboratorium sendiri. Pada BioSafety Level 2 ini sudah dilengkapi dengan alat-alat keamanan laboratorium yang menunjang system keamanan dalam bekerja. Hal inilah yang menjadikan perbedaan Biosafety Level 1 dengan Biosafety Level 2. Pada Laboratorium Biosafety Level 2 memiliki beberapa standard safety requirement yang  harus diterapkan dan sesuai dengan SE yang dikeluarkan oleh MENKES Nomor 234 pada Tahun 2020, yaitu :

  • Memiliki system Persyaratan pada praktik yang baik di dalam laboratoriumnya
  • Persyaratan pada Gedung

Biosafety Level 2 laboratory design harus memeuhi syarat sebagai berikut :

  1. Dilengkapi dengan ruangan untuk penyimpanan dan penerimaan bahan-bahan sampel
  2. Dilengkapi juga dengan ruang untuk penelitian atau ruang utama
  3. Memiliki ruang khusus yang digunakan untuk menangani limbah yang bersifat infeksius dan non-infeksius
  4. Memiliki Autoclave
  5. Dilengkapi dengan system instalasi khusus untuk penanganan air limbah hasil penelitian

Ruang Untuk Biosafety Kelas 2 ini harus memeuhi syarat sebagai berikut:

  1. Harus dilakukan pemisahan pada ruang infeksius dan non infeksius serat diberi tanda pengenal atau label di setiap pintu ruangan
  2. Jauhkan gedung laboratorium dari area pada penduduk
  3. Membangun laboratorium dengan ukuran ruang utama yang luas untuk memperlancar kegiatan penelitian
  4. Tersedia wastafel yang digunakan untuk cuci tangan di dekat pintu keluar dari laboratorium untuk menjaga agar saat keluar dari laboratorium tetap dalam keadaan steril
  5. Memiliki cadangan listrik jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman
  6. Laboratorium harus memiliki genset serta lampu darurat jika terjadi pemadaman sewaktu-waktu jaid sudah siap
  7. Tidak memasang penerangan atau lampu yang menggantung sera dipastikan laboratorium memiliki system penerangan yang baik
  8. Gedung laboratorium dilengkpai dengan system K3 (Kesehatan dan keselamatan Kerja) yang paling utama
  9. Dilengkapi dengan system ventilasi yang searah serta memiliki filter pada penyaringan udara
  10. Pada bagian pintu laboratorium, haruslah dilengkapi dengan gembok atau kunci yang tidak sembarangan orang yang tdak punya akses bisa masuk ke adlam laboratorium.
  11. Dilengkapi dengan alarm otomatis yanga kan berbunyi jika terdapat asab atau api.

Syarat BSC untuk Biosafety Level 2 sesuai dengan SE MENKES-234 ini ialah :

  1. Menggunakan BSC Kelas II A dengan standard Internasional pada laboratoriumnya
  2. Terapat pintu sash, UV Light serta sistem UPS
  3. Bio-Safety Cabinet diletakkan jauh dari paparan AC atau udara secara langusng
  4. BSC tidak diletakkan di depan pintu yang bisa mengganggu lalu lalang para pekerja
  5. Tersedia kontak listrik
  6. Menggunakan Bio-Safety Cabinet yang dilengkapi juga dengan SOP nya dalam poses penggunaan dan perawatan BSC
  • Menuhi persyaratan dalam Praktik Bio-Safety dan Bio-Security
  • Syarat Peralatan yang lainya :
  1. Dilengkapi juga dengan Laminar Air Flow serta RT PCR
  2. Memiliki Micropipe, Autoclave serta Refrigenerator untuk reagen
  3. Dilengkapi dengan Freezer-80oC untuk menyimpan spisemen serta Coolbox
  4. Memiliki Vortex dan Spindown
  5. Pekerja atau peneliti yang berada di dalam laboratorium BSL-2 harus sudah terlatih dalam bidangnya.

Pada Biosafety Level 2 ini memiliki dua jenis, yaitu Laboratorium BSL-2 statis dan non statis. Kedua jenis ini memiliki system serta syarat-syarat keamananya yang sama. Akan tetapi, BSL-2 statis ini memiliki system kerja yang sama halnya dengan laboratorium seperti biasanya, yaitu berada di dalam gedung. Sedangkan BSL-2 tipe non-statis memiliki system kerja yang sangat unik yaitu berada di dalam mobil yang bisa berpindah kemana saja. Akan tetapi BSL-2 tipe non statis ini tetap dilengkapi dengan system keamanan yang sesuai dengan standar BSL-2 ini.

C. Biosafety Level 3

Biosafety Level 3 adalah Biosafety Level yang terdapat pada laboratorium yang system kerjanya menangani atau meneliti suatu mikroorganisme yang sudah sangat bersifat patogen dan memiliki potensi untuk terjadi penularan yang cukup serius. Biosafety Level 3 laboratory requirements yaitu sebagai berikut :

  1. Memiliki peralatan untuk penanganan utama jika terjadi kontaminasi pada pekerja, seperti emergency shower, eye washer, dll
  2. Dilengkapi dengan system ventilasi udara yang baik
  3. Memiliki ruangan yang dikhususkan untuk proses sterilisasi sebelum masuk dan melakukan kegiatan di laboratorium
  4. Pada BSL-3 ini harus memiliki Bio-Safety Cabinet dan Autoklaf
  5. Pada pintunya disertai dengan system rangkap sehingga keamanan yang diberikan juga lebih

D. Biosafety Level 4

Laboratorium Biosafety Level 4 ini memiliki fungsi utama untuk kegiatan penelitian yang sudah sangat serius. Prosedur keamanan dan keselamatan yang diterapkan pada BSL-4 ini sudah sangat kompleks dibandingkan yang BSL yang lain. Pada BSL-4 ini mikroorganisme yang digunakan untuk penelitian sudah masuk ke dalam kategori mikroorganisme berbahaya karena tingkat terpapar kontaminasi sangatlah tinggi. Jika terjadi kontaminasi terhadap pekerja atau peneliti maka akan menyebabkan penyakit yang cukup serius. Pada BSL-4 ini dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :

  1. Memiliki fasilitas alat-alat pengamanan yang sama dengan BSL-3 seperti adanya Bio-Safety Cabinet, Autoklaf dengan pintu ganda yang berada di dalam dan luar laboratorium, dll.
  2. Dilengkapi dengan ruang khusus yang nantinya digunakan untuk mandi bagi para pekerja sebelum memasuki dan melakukan kegiatan di dalam laboratorium agar berada dalam keadaan steril aman dari kontaminasi luar

Demikian penjelasan singkat mengenai Bio-Safety Cabinet dengan ke-empat level sesuai dengan prosedur keamananya masing-masing. Jika Anda minat dengan BioSafety Laboratorium kami, maka dapat hubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

Jasa Design Lab Biosafety Level

 

Laboratorium Biosafety Level 

Jasa Design Lab Biosafety Level

Jasa Design Lab Biosafety Level  -Seperti yang telah kita ketahui bersama, standard Biosafety pada Laboratorium memiliki pengertian sebagai konsep dasar yang digunakan untuk acuan peraturan yang ditetapkan pada masing-masing laboratorium. Adanya peraturan Biosafety di dalam laboratorium sangatlah penting untuk memastikan laboratorium yang dipakai untuk penelitian sesuai dengan prosedur dan perizinan nya masing-masing. Hal ini dikarenakan, setiap laboratorium memiliki standard Biosafety mereka masing-masing yang dibedakan berdasarkan Biosafety Levelnya. Biosafety level ini dibedakan berdasarkan mikroorganisme yang mereka teliti di dalam laboratorium itu apakah berbahaya bagi peneliti atau tidak.

Pada Biosafety level ini merupakan suatu kombinasi antara system pengaturan yang mencakup prosedur, konsep dengan praktik langsung yang dilakukan di dalam laboratorium yang berhubungan dengan alat-alat laboratorium serta bahan-bahan kimia yang berbahaya jika sampai terkontaminasi ke dalam tubuh pekerja atau peneliti tersebut. Dengan adanya Biosafety level ini, tidak semua laboratorium diperbolehkan untuk melakukan kegiatan penelitian yang menggunakan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia ataupun hewan entah itu yang yang menyebabkan penyakit serius, menular ataupun tidak. Laboratorium yang diperbolehkan untuk meneliti mikroorganisme-mikroorganisme tersebut ialah yang sudah memenuhi persyaratan tertentu.

Biosafety Level

1.Biosafety Level 1 Standard

Biosafety Level 1 adalah Laboratorium dasar yang biasanya hanya digunakan untuk pembelajaran yang masih taraf dasar dengan menggunakan bahan sampel yang tidak berpotensi berbahaya bagi orang yang meneliti atau mahluk hidup yang lainya. Pada Biosafety Level 1 ini harus dilengkapi dengan beberapa persyaratan, seperti :

  • Dilengkapi dengan Wastafel untuk cuci tangan agar tetap steril sebelum melakukan penelitian
  • Disertai dengan pintu masuk dan keluar dari laboratorium
  • Terdapat juga ruang kedap air beserta ruang kerja yang mudah untuk dibersihkan
  • Mempunyai furniture-furniture laboratorium yang kokoh dan kuat
  • Dilengkapi dengan rak untuk Jas Laboratorium atau pakaian kerja
  • Pada Jendela dilengkapi dengan saringan serangga dan debu
  • Memiliki alat pengaman untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan kerja seperti alat emergency shower

2. Biosafety Level 2 Standard

Biosafety Laboratorium Level 2 ini sudah mulai digunakan untuk kegiatan penelitian yang erat hubunganya dengan pelayanan kesehatan dasar serta diagnosis penyakit yang masih ringan. Bahan sampel yang dipakai untuk penelitian pada BSL-2 ini sudah mulai bersifat pathogen. Namun, tidak begitu menimbulkan kontaminasi yang parah bagi para pekerja atau peneliti laboratorium. Nah, pada BSL-2 ini sudah harus menggunakan persyaratan-persyaratan khusus yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh  SE MENKES No.234 Tahun 2020, yaitu :

A. Persyaratan Untuk Gedung

Laboratorium BSL 2 | Biosafety Level

  • Disediakan ruang yang digunakan untuk penyimpanan bahan kimia dan penerimaan bahan sampel
  • Disediakan ruang untuk penelitian spesimen
  • Disediakan ruang khusus untuk menangani limbah yang bersifat infeksius dan non infeksius yang juga dilengkapi juga dengan autoclave
  • Disediakan ruangan untuk loker, adsministrasi dan pantry
  • Disediakan ruangan untuk system instalasi untuk penanganan air limbah (IPAL)

Kemudian untuk ruang pada Biosafety Kelas 2 ini harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Memiliki area yang luas pada ruang utama laboratorium
  • Diusahakan gedung laboratoriumtidak terletak di lingkungan padat penduduk
  • Dilengkapi tanda pengenal pada setiap ruangan
  • Dibedakan antara ruang infeksius dan non infeksius
  • Pada bagian pintu laboratorium harus dilengkapi juga dengan kunci agar tidak sembarangan orang bisa masuk
  • Disarankan pada bagian aliran udara searah dengan filter udara pada exhaust/HVAC System dan jendelanya tertutup dengan rapat
  • Dilengkpi dengan system penerangan dan lampu yang tidak menggantung
  • Dilengkapi dengan Wastafel untuk cuci tangan agar tetap steril sebelum melakukan penelitian dan setelah melakukan penelitian
  • Memiliki pasokan listrik yang cukup, disediakan genset untuk mensuplai listrik saat terjadi pemadaman listrik, da nada lampu penerangan darurat
  • Harus disertai dengan system keamana, misalnya alarm otomatis yang akan berbunyi saat terjadi sesuatu
  • Pada bagian gedung harus memiliki jalur evakuasi yang sudah sesuai dengan syarat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

B. Pada standard Biosafety Laboratorium Level 2 juga harus dilengkapi dengan Bio-Safety Cabinet (BSC) Kelas II A dengan berbagai spesifikasinya dan dibekali dengan SOP nya.

C. Peralatan lain yang harus ada di BSL-2

  • Mempunyai LAF atau PCR Hood
  • Mempunyai RT PCR
  • Mempunyai Micropipet
  • Mempunyai Autoclave
  • Mempunyai Refrigenerator untuk reagen
  • Mempunyai Freezer-80oC untuk menyimpan spisemen
  • Mempunyai Coolbox
  • Mempunyai Refrigenerator Centrifuge
  • Mempunyai Vortex
  • Mempunyai Spindown

D. Memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang sudah ahli dalam bidangnya

Pada Biosafety Laboratorium Level 2 ini dapa diterapkan pada dua jenis laboratorium yang berbeda, yaitu Laboratorium Statis dan Non-Statis. Pada Laboratorium Statis, terdapat di dalam gedung seperti laboratorium pada umunya. Sedangkan, Laboratorium Non-Statis yang merupakan inovasi baru yang ditemukan. Pada laboratorium Non-Statis ini sangatlah praktis, karena laboratorium nya berada di dalam mobil dan bisa berpindah-pindah tempatnya. Pada Laboratorium Non-Statis ini meskipun berpindah-pindah, namun tetap menerapkan standar yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Lab BSL 2

Teknis yang digunakan pada Biosafety Laboratorium Level 2 ini adalah sebagai berikut :

  1. Melibatkan tiga orang yang ahli dalam bidangnya sebagai operator yang memiliki tugas di dalam setiap unit laboratorium dengn tugas yang berbeda-beda
  2. Yang pertama ialah, bagian swaber. Bagian ini bertugas untuk mengambil sampel dari masing-masing pasien
  3. Dilengkapi dengan sekat yang kedap udara antara swaber dengan pasien. Jadi para petugas tetap aman. Namun, para petugas tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
  4. Kedua, yaitu ada petugas ekstraksi. Petugas ekstraksi ini bertugas untuk memisahkan zat yang berasal dari sampel pasien. Untuk melakukan analisa dengan alat PCR
  5. Dengan alat PCR ini, hasil ekstraksi akan dimasukan ke dalamnya dan hasilnya akan segera keluar dalam waktu kurang lebih 40 menit.
  6. Alat PCR ini memiliki system otomatis, dimana hasilnya akan keluar secara otomatis dengan mengirim SMS ke nomor telephone orang yang melakukan test
  7. Laboratorium Non-Statis ini dalam sehari bisa menangani pasien hingga mencapai 200 sampel untuk dilakukan analisis dan diagnosis.

3. Biosafety Level 3 Standard

Biosafety Laboratorium Level 3 ini sudah digunakan untuk melakukan riset atau penelitian terhadap suatu penyakit khusus. Pada Biosafety Laboratorium Level 3 ini menggunakan bahan sampel yang yang sudah cukup berbahaya atau memiliki potensi menyebabkan kontaminasi pada peneliti atau pekerja laboratorium. Selain itu Biosafety Laboratorium Level 3  ini juga bisa mengkontaminasi lingkungan sekitar yang terletak dekat dengan laboratorium. Pada Biosafety Level 3 ini harus dilengkapi dengan beberapa persyaratan, seperti :

  1. Dilengkapi dengan system ventilasi udara yang baik
  2. Menggunakan pintu dengan system rangkap untuk memberikan keamanan lebih
  3. Disediakan ruangan khusus sebelum masuk ke dalam laboratorium untuk sterilisasi tubuh
  4. Yang pasti dilengkapi juga dengan dengan Autoklaf dan Bio-Safety Cabinet
  5. Alat pengaman harus tersedia secara lengkap, seperti alat pencegahan dan pengobatan yang lengkap jika sampai terjadi kontaminasi

4. Biosafety Level 4 Standard

Biosafety Laboratorium Level 4 ini merupakan standard laboratorium yang paling tinggi. Dimana pada Biosafety Laboratorium Level 4 ini sudah digunakan untuk proses diagnosis dan penelitian bahan sampel yang sangat berpotensi menyebabkan kontaminasi pada mahluk hidup terutama pada para pekerja laboratorium. Dan jika sampai terkontaminasi maka akan menyebabkan suatu penyakit yang cukup serius dan biasnaya memiliki potensi menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada Biosafety Level 4 ini harus dilengkapi dengan beberapa persyaratan, seperti :

  1. Dilengkapi dengan ruangan khusus untuk kamar mandi, diaman kamar mandi ini akan dimanfaatkan untuk mandi para pekerja atau peneliti sebelum masuk dan melakukan riset di dalam laboratorium agar steril terhindar dari kontaminasi.
  2. Dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang sama dengan Biosafety Level 3
  3. Dilengkapi dengan Autoclave, tidak hanya di dalam laboratorium tapi juga di luar laboratorium.

Diatas tadi merupakan penjelasan singkat mengenai Standard Biosafety yang diterapkan pada masing-masing laboratorium. Sinarlab.com menyediakan Biosafety Laboratorium dengan berbagai level sesuai kebutuhan Anda.

Jika Anda tertarik dengan system Biosafety seperti yang kami jelaskan tersebut, maka hubungi kami di : [email protected]

Hubungi Kami Segera

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis

Biological Safety Cabinet Robust : Harga & Spesifikasi Teknis – Biosafety cabinet alat yang biasa digunakan dalam laboratorium mikrobiologi untuk kegiatan penelitian. Pemakaian Biosafety Cabinet ini akan memberikan efek aman tidak hanya pada hasil penelitian sehingga bebas dari kontaminasi namun juga bagi para pekerja laboratorium.

Cara Penggunaan Biosafety Cabinet

untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggunakan Biosafety Cabinet, maka harus mengetahui terlebih cara penggunaanya, yaitu :

  1. Perhatikan Arah Aliran Udara : arah aliran udara merupakan hal penting yang harus diperhatikan guna menjaga keamanan dan kualitas sampel penelitian.
  2. Perhatikan Sistem Kerja : Saat bekerja menggunakan Biosafety Cabinet harus sangat berhati-hati dengan tidak melakukan banyak pergerakan baiuk di luar maupun di dalam Biosafety Cabinet. Karena pergerakan akan mempengaruhi arah aliran udara juga.
  3. Mengetahui area kerja : area kerja pada Biosafety Cabinet disarankan pada jarak 4 inchi di depan air grill dan tidak meletakkan barang secara sembarangan yang dapat berpotensi menimbulkan kontaminasi.
  4. Memeriksa kondisi Biosafety Cabinet : Memastikan apakah Biosafety Cabinet berfungsi dengan baik atau tidak, kemudian menyalakan terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum dipakai
  5. Jaga sterilitas : Saat menggunakan Biosafety Cabinet, pastikan semua alat dan bahan yang digunakan steril agar tidak mempengaruhi hasil penelitianya.

Biosafety Cabinet Kelas 2 A

Memiliki beberapa fitur,Berikut ini merupakan fitur-fitur yang ada pada Biosafety Cabinet Class II A:

  • Ulpa Filtration System

Compliance to IEST-RP-CCO 34-1 in accordance with EN1822. ULPA filters tested to a typical efficiency>99,9995%  tingkat akurasi 0,1,0,3 atau partikel yang lebih besar.

  • High Performance Working Zone
  1. AISI 304 Stainless Steel Berkualitas Tinggi
  2. Bagian atas meja kerja dengan baki kerja terbagi.
  3. Didesain mudah untuk diangkat dan dibersihkan.
  • Ventilasi Akurat Tinggi : Untuk  kontrol aliran yang lebih baik
  • Keran Gas dan Keran Air : Mudah dipasang di dalam zona kerja
  • Tutup Soket Listrik : Untuk zona kerja aman
  • High Performance Blower System : Sistem blower dirancang untuk efisiensi energi.
  • Desain kompak dan lebih sedikit kebisingan : Semua bagian yng berputar seimbang cukup-operasi beberapa getaran
  • Main Features
  • Mikroprosesor Dengan Touch Screen System
  • Menjaga aliran kabinet yang aman
  • Tingkat Kebisingan Rendah <61db
  • Dilengkapi dengan Sistem Pra-filter
  • Alat filter long life untuk meter suplai aliran masuk
  • UV dan Flourescent Light
  • Tutup soket listrik untuk zona aman kerja
  •  
  • Interior
  1. Dinding samping terbuat dari kaca dengan ketebalan 6 mm.
  2. Ketebalan menawarkan area tampilan yang bersih dan tidak terhalang
  3. Work top yang terbuat dari stainless steel bisa dilepas agar mudah dibersihkan
  • Eksterior
  1. Bagian atas terbuat dari 1 mm
  2. Lembaran baja elektro gavanised dilapisi dengan lapisan bubuk epoksi, dudukan bawah terbuat dari 1 x 2 ″ tebal 2 mm
  3. Lapisan rangka terbuat dari baja dengan dilapisi serbuk epoksi.

Diagram Flow Pada Bio-Safety Cabinet Kelas 2 A

Biosafety-Cabinet-BSC-ULPA-FILTRATION-SYSTEM

Desain gril aliran udara yang dibuat secara inovatif. Semua udara yang terkontaminasi di area kerja tertutup di dalam kabinet. Keselamatan personel tidak pernah terganggu.

Spesifikasi  BioSafety Cabinet Class 2 A

Type :

A. Ukuran BSC 100

  • Dimensi Eksternal (1000×800×1970Mm)
  • Ruang Kerja Internal (920×750×550Mm)

B. Ukuran BSC 130

  • Dimensi Eksternal (1350×800×1970Mm)
  • Ruang Kerja Internal (1250×750×550Mm)
  • Pembukaan Diuji (200 Mm)
  • Pembukaan Maks (400 Mm)

Kontruksi :

  • Kabinet dan Alas (Baja Galvanis Elektro Berlapis Daya)
  • Selempang (Kaca Bening Tempered 5-6 Mm)
  • Dasar Kerja (Baja Tahan Karat Aisi 304)
  • Kebisingan (Nsf 49 ≤61 Db)
  • Lampu UV (36 W*1)
  • Lampu Bunga-Bunga (36 W*1)
  • Intensitas Pencahayaan (≥ 800 Lux)
  • Tutup Soket Listrik ( 2Pcs)
  • Layar (Touch Screen System)
  • Roda Kastor (Roda Caster Universal Dengan Rem dan Kaki Perata)

Filter Penyaringan :

  • Filter Utama (ULPA)
  • Efisiensi Filter = 99.9995% ( 0.1Um-0.3 Um)
  • Pra-filter (Bisa Dicuci)
  • Penangkapan (80 85%)

Sistem Aliran Udara :

  • Kecepatan Arus Bawah (0.45±0.015 M/s)
  • Kecepatan Arus Masuk (0.64±0.015 M/s)
  • 70% Resirkulasi Udara ; 30% pembuangan

Estimasi Penggunaan listrik pada Bio-Safety Cabinet Kelas II A  :

  • Konsumsi (600 W)
  • Sumber Daya listrik (220V ± 10%,50 Hz)

Sistem Mesin yang otomatis mendiagnosis sistem untuk sementara waktu, yaitu terdapat beberapa :

  • Sash Door diagnose (proses buka tutup)
  • Diagnosis UV kuman penyakit (periksa kondisi lampu UV)
  • Diagnosis cahaya flouresen (periksa kondisi lampu)
  • Diagnosis kipas blower (memeriksa kondisi operasional blower)
  • Filter status diagnosis (memeriksa kondisi filter)
  • Status filter II (Sistem diagnosis sensor tekanan)

Kelebihan Biosafety Cabinet Class 2 A 

  1. Kelas Biohazard memberikan perlindungan bagi operator dan produk serta lingkungan
  2. Rasio aliran udara 70% resirkulasi dan 30% pembuangan
  3. Menciptakan udara yang masuk ke bagian depan melalui grill untuk melindungi operator dengan tidak memasuki zona kerja, untuk melindungi kontaminasi produk.
  4. Kabinet biohazard individu diciptakan dalam kecepatan aliran masuk, kecepatan aliran bawah, pola aliran udara untuk perlindungan maksimal
  5. Proses diagnostik otomatis

Demikian penjelasan singkat mengenai produk Bio-Safety Cabinet Kelas II A milik Sinar Lab Indonesia. Jika Anda tertarik dan mencari distributor  produk Biosafety Cabinet maka dapat hubungi kami di : [email protected]

 

Hubungi Kami Segera

Copyright © 2026 SinarLab Indonesia